Wajib Baca ! Beberapa Hal Mengenai Bab Ikhlas Dan Adab-adabnya



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh . . .

Salam Sehat :)

Ikhlas adalah amalan hati. Setiap amalan yang kita lakukan harus didasari keikhlasan, semata-mata karena Allah. Karena Allah hanya akan menerima amalan yang ikhlas, jika suatu amalan tidak di dasari keikhlasan, hal tersebut dikatakan riya, jika amalan di dasari dengan riya, maka bukan pahala yang akan di dapatkan, namun dosa yang akan di dapatkan dari amalan tersebut. 


Tetapi, seseorang jangan tertipu dengan perasaan bahwa dia masih riya dalam melakukan amalan. Justru dia harus tetap istiqomah, sampai riya itu hilang  dan sifat ikhlas masuk ke dalam hatinya.

Dalam artikel pagi ini, akan di sebutkan beberapa hal yang berhubungan dengan ikhlas :

Ikhlas adalah semata-mata karena Allah. (Abu Nashr Samarqandi). * Seperti seseorang yang lari dari binatang buas dan tiada yang menakutkannya selain binatang tersebut. Niatnya murni tanpa campur lainnya. (Al-Ghazali).

Orang ikhlas itu menyembunyikan kebaikannya, sebagaimana ia menyembunyikan kejelekannya. Dan salah satu tanda ikhlas ialah, beramal tidak ingin dipuji oleh orang lain. (Abu Laist Samarqandi).

Keutamaan ikhlas adalah :

Pahalanya dilipatgandakan, walaupun sedikit. (An-Nisa : 40).

Allah hanya menerima amalan yang ikhlas. (Abu Laist Samarqandi).

Dapat berjumpa dengan Allah. (Al Kahfi : 110).

Ikhlas adalah zuhud dunia.(Abu Laist Samarqandi).

Allah akan menjadikan diamnya sebagai tafakur dan bicaranya sebagai dzikir. (Abu Laist Samarqandi).

Amalan yang ikhlas, dapat dijadikan tawassul do’a. (Bukhari, Muslim).
Bahaya Riya dan Sum’ah

Riya adalah berbuat ingin dilihat oleh orang lain, sedangkan sum’ah adalah berbuat dengan tujuan menginginkan kemasyhuran. (Abu Nashr Samarqandi).

Riya adalah syirik. (Al Mukmin : 65).

Allah akan berlepas diri dari perbuatan yang tidak ikhlas. (Al An’am : 78).

Orang riya beribadah dijanjikan neraka Wail oleh Allah. (Al Ma’uun :4). * Akan dituntut kepada orang yang riya : “Pergilah kepada orang yang kemu beramal karenanya ketika di dunia. Lihatlah apakah kamu mendapatkan ganjaran dari mereka ?” (Abu Nashr Samarqandi).

Amalan orang ikhlas akan ditulis dalam ‘illiyyin. Dan amalan orang tidak ikhlas akan ditulis dalam Sijjin. (Abu Nashr Samarqandi).

Ada sebagian amalan yang lebih baik dilakukan sembunyi-sembunyi, sehingga dapat terselamat dari riya. (Ali Imran : 29).

Orang riya itu meiliki empat tanda :

1. Malas jika sendirian.
2. Meningkatkan amalan jika dipuji.
3. Rajin jika dengan orang lain
4. Mengurangi amalan jika dicela. (Ali bin Abi Thalib ra.).

Jika Allah menghendaki kehancuran seseorang, Allah akan menyiksanya dengan tiga hal :

Allah memberinya ilmu, tetapi tidak diamalkan.

Memberinya kesempatan bergaul dengan orang-orang sholeh, tetapi ia tidak memahami hak-hak mereka.

Memberinya kesempatan beramal shaleh, tetapi tidak ikhlas mengamalkannya. (Hamid Al – lataf).

Orang riya akan dipanggil pada hari Kiamat dengan empat panggilan :

Hai orang kafir !  

Hai orang jahat !

Hai penipu !

Hai orang yang rugi !. (Abu Nashr Samarqandi).

Jangan riya sebelum dan ketika beramal. Setelah beramal, perbanyaklah istighfar, kahawatir masih ada riya. (Abu Bakar Al-Washiti).


Perkataan yang baik dan memberi maaf itu lebih baik daripada sedekah yang diiringi menyakiti perasaan penerimanya. (al Baqarah : 263).

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts