Inilah Adab-adab Yang Menjadi Sebab Kita Mendapatkan Pahala Ketika Masuk WC Dan Istinja



Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh . . .

Salam sehat :)


BAB ISTINJA Dan Adab-adabnya

Anjuran dalam istinja :

ü  Masuk WC dengan kaki kiri terlebih dahulu. (Tirmidzi). * Usahakan masuk dengan beralas kaki untuk menghindari najis. (Imam Nawawi).

ü  Sebelum masuk WC/kamar mandi disunnahkan membaca doa :

“Allahumma innii a’udzubika minalkhubutsi wal khobaaits”

Artinya : “ Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan syetan laki-laki dan wanita.” (Bukahri, Muslim).

ü  Keluar WC melangkahkan kaki kanan lebih dahulu, dan membaca doa :

“gufroonaka. Allhamdulillaahilladzii adzhaba ‘anniladzaa wa’aa fanii”

Artinya : “Aku memohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dariku dan telah menyembuhkanku.” (Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah).

ü  WC adalah tempat berkumpul syetan, mudharat berlama-lama di dalamnya. Jika selesai hajatnya, secepatnya keluar dari WC. (Nasa’I, Ibnu Majah).

ü  Dianjurkan bertutup kepala ketika di dalam WC. Dan baru membukanya jika perlu membasahi rambut kita. (Ibnu Sa’ad). * Jika tidak ada penutup kepala hendaknya ditutup dengan lengan baju. (Imam Nawawi).

ü  Buang air hendaknya dengan duduk, jangan berdiri. Buang air berdiri adalah perbuatan Yahudi dan Nasrani. (Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i). * cara duduk beristinja adalah bertumpu diatas kaki kanan dan kaki kiri tegak diatas tanah. Hal itu lebih memudahkan najis keluar dan mengistirahatkan anggota tubuh utama, seperti lambung, dsb.. (Imam Nawawi).

ü  Hendaknya beristinja hanya dengan  tangan kiri. Jangan menyentuh kemaluan dengan tangan kanan. (Bukhari, Nasa’i, Muslim, Tirmidzi).

ü  Sunnah menghemat air. Gunakan secukupknya. Nabi saw. Biasa menggunakan air dengan ukuran, seperti : ukuran air wudhu, ukuran air buang air kecil, dan untuk mandi. (Tirmidzi).

ü  Hati-hati dengan cipratan air kencing, terutama ketika kencing berdiri. Banyak orang disiksa di dalam kubur, karena tidak berhati-hati ketika istinja dan tidak sempurna ketika berwudhu. (Bukhari, Muslim, Ibnu Majah).

Larangan Dalam Istinja

ü  Jangan membawa lafazh ‘Allah’ dan ‘Muhammad’ atau ayat-ayat Al-qur’an ke dalam WC. (Nasa’i).

ü  Jangan membuang hajat dengan menghadap ke arah kiblat dan jangan membelakanginya.  Menghadaplah selain kedua arah tadi. Boleh membelakangi atau menghadap kiblat, bila di dalam gangguan. Itu pun bila terpaksa. (Bukhari, Nasa’I, Muslim, Tirmidzi). * Maksud menghadap atau membelakangi adalah, menyingkapkan qubul atau dubur ke kiblat ataupun membelakanginya. (Imam Nawawi).

ü  Jangan berbicara ata berkomunikasi di dalam WC. (Abu Dawud, Ibnu Majah). * Menjawab salam pun tidak boleh ketika di WC. Menjawabnya cukup dengan isyarat. (Muslim, Tirmidzi, Nasa’i).

ü  Tidak boleh berdua di dalam kamar mandi, kecuali suami istri. (Abu Dawud, Ibnu Majah).

ü  Tidak boleh beristinja dengan tulang atau kotoran hewan yang kering. Benda-benda itu adalah makanan jin. (Muslim, Nasa’i).

ü  Jangan buang air di lubang-lubang tanah, karena mungkin tempat tinggal jin. Sa’aad bin Ubadah pernah mati dibunuh oleh jin karena kencing di lubang tanah. Dan jangan di jalan tempat lewat orang, di tempat berteduh, di sumber air, di pemandian, di bawah pohon yang berbuah, atau di air ayng mengalir. (Muslim, Tirmidzi).

ü  Tidak disukai buang air langsung ke air diam dan mengalir, karena kebanyakan jin bertempat di situ pada malam hari. (Imam Nawawi).

ü  Boleh buang air dengan menggunakan pispot. Nabi saw. Biasa meletakkannya di dekat tempat tidur beliau. (Nasa’i).

ü  Jangan makan, jangan bernyanyi dan bersiul, di dalam WC walapun sedang tidak buang air atau mandi. (Abu Dawud, Ibnu Majah).

ü  Jangan menampakkan aurat ketika buang air, usahakan tertutup diri atau pergi menjauh agar tidak terlihat oleh umum. (Muslim, Tirmidzi). * Sebaiknya mencari tempat yang tidak terlihat orang, tidak tercium baunya, dan tidak terdengar. (Imam Nawawi).

ü  Laki-laki tidak boleh melihat aurat sesame laki-laki dan wanita tidak boleh melihat aurat sesama wanita. (Ibnu Asakir).

ü  Makruh kencing di tempat mandi, karena khawatir sisa air kencing akan mengenai badan orang yang mandi. (Tirmidzi).

ü  Sunnah menuntaskan sisa air kencing dengan berdehem dan memijit-mijitnya dari pangkal kemaluan sampai ujungnya tiga kali. (Imam Nawawi).

ü  Jangan menggunkan jari telunjuk dan jempol untuk istinja. Setelah selesai hendaknya tangan digosokkan ke tanah atau dinding atau menghilangkan bau, lalu dicuci dengan air. (Imam Nawawi).

ü  Jangan memandang ke langit, ke farjinya atau ke kotoran yang keluar darinya. Dan makruh bagi orang yang buang hajat itu berbicara atau melakukan perkerjaan lain selagi membuang hajatnya. (Muslim, Abu Dawud).

ü  Benda-benda yang diperbolehkan untuk beristinja, yaitu : Air, batu, tanah liat yang keras dan kertas. Digunakan sebanyak tiga kali atau jumlah ganjil. (Bukhari, Ibnu Majah). * Jika sudah suci di kai yang kedua, sempurnakan dengan yang ketiga. Jika sudah merasa suci di kali yang keempat, sempurnakan dengan kelima,dst.. Lebih diutamakan menggunakan gabungan antara batu dan air. (Imam Nawawi).

·         Benda-benda yang tidak sah untuk istinja :

-          Benda-benda najis atau terkena najis. (Bukhari).

-       Makanan manusia, seperti roti dan sebagainya  atau makanan jin, seperti tulang. (Muslim, Tirmidzi).

-       Benda-benda terhormat, seperti bagian tubun binatang yang belum terpisah darinya. Terlebih lagi bagian tubuh manusia. Tetapi, jika telah terpisah darinya dan suci, seperti rambut binatang yang halal dimakan dagingnya dan kulit bangkai yang telah disamak, maka boleh untuk beristinja.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts