Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh . . . .
Salam sehat sahabat semua J
Karena berbagai kesibukan setelah Idul Fitri di bulan Syawal ini, akhirnya saya baru bisa memposting artikel. Minal aidzin wal faidzin untuk sahabat sehat semua, mohon maaf lahir dan batin. Semoga ibadah saya dan ibadah kalian diterima Allah subhaanahu wata’ala. Aamiin . . .
Di dalam artikel sebelumnya,
saya posting mengenai manfaat dan khasiat habbatussauda. Kita dapat mengetahui
berbagai manfaat yang terkandung didalamnya. Pada tulisan hari ini, saya akan
menambahkan sedikit lagi tentang tulisan sebelumnya, untuk lebih menguatkan
keyakinan kita akan menfaat dan khasiat habbatussauda.
MORFOLOGI
Nigella Sativa atau Jintan
Hitam Pahit ini merupakan jenis tanaman bunga, tumbuh setinggi 20 – 50 cm,
berbatang tegak, berkayu dan berbentuk bulat menusuk. Daun runcing, bercabang,
bergaris (namun garis daunnya tidak seperti benang, tidak seperti ciri daun
tumbuhan jenis Nigella pada umumnya), daunnya kadang-kadang tunggal atau bisa
juga majemuk dengan posisi tersebar atau berhadapan. Bentuk daunnya bulat telur
berujung lancip. Di bagian permukaan daunnya terdapat bulu halus.
Tumbuhan jintan hitam memiliki
bunga yang bentuknya beraturan. Bunga ini kemudian menjadi buah berbentuk
bumbung atau buah kurung berbentuk bulat panjang. Bunganya menarik dengan warna
biru pucat atau putih, dengan 5 – 10 mahkota bunga.
Buahnya keras seperti buah
buni. Berbenttuk besar, menggembung, berisi 3 -7 unit folikel, masing-masing
berisi banyak biji atau benih yang sering digunakan manusia sebagai
rempah-rempah. Memiliki rasa pahit yang tajam dan bau seperti buah strawberry.
Bijinya berwarna hitam pekat. Digunakan terutama pada permen dan minuman keras.
Khasiat yang dimiliki jintan
hitam ini berasal dari kandungan kimia yang ada di dalamnya. Kandungan kimia
jintan hitam terdiri dari minyak atsiri minyak lemak, d-limonena, simena,
glukosida, saponin, zat pahit, jigelin, nigelon, dan timokonon. Berbagai
kandungan ini didapat dari biji jintan hitam.
Seperti halnya tumbuhan lain
Jintan Hitam juga terdiri dari beberapa jenis. Ir Sulfrida Yulianti (2006:26)
menjelaskan bahwa ada 4 varietas, “Baladi dari Mesir yang bijinya relative
besar dan hitam pekat, Siri dari Saudi Arabia yang bijinya lebih lembut tapi
hitam pekat juga, lalu ada Hindi dan Habbat yang warna bijinya abu-abu
masing-masing dari India dan Yaman. “Di Indonesia jintan hitam sulit optimal
tumbuhnya, karena butuh dataran 700 meter di atas permukaan laut.” Lanjutnya.
Ibnu Sina memuji habbatussauda
sebagai obat yang bisa membangkitkan energi dalam tubuh dan mampu menghilangkan
energi dalam tubuh dan mampu menghilangkan raa letih dan lesu.di dalam bukunya
tersebut, Ibnu Sina juga menganjurkan habbatussauda untuk mengatasi berbagai
penyakit, antara lain demam, sakit kepala, sakit gigi, flu, penyakit kulit,
luka, iritasi, sebagai obat anti jamur, obat cacing, dan parasite.
Tidak hanya
itu, jauh di bagian timur, tepatnya di India., habbatussauda yang dikenal
dengan nama Kalonji, telah digunakan selama berabad-abad. Para tabib di India
memanfaatkan habbatussuda untuk memperbaiki dan meningkatkan fungsi pencernaan
di dalam tubuh.
Selain itu, di dalam system ilmu
pengobatan tradisionalnya, yang disebut dengan Ayurveda, orang India juga
memanfaatkan habbatussauda untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan
dengan gangguan saraf, anorexia, dan juga berbagai masalah yang berhubungan
dengan kandungan. Dengan begitu banyak bukti dan sejarah, membuat para ilmuwan
modern menjadi penasaran dan tertarik untuk menyelidiki kebenaran dari khasiat
habbatussauda. Dan sejak tahun 1959 saja, setidaknya ada lebih dari 200
penelitian yang pernah dilakukan.
Pada tahun 1959 misalnya, dua
orang peneliti terkenal dari Mesir,, yaitu Mahfouz dan El-Dakhakhny, melakukan
penelitian yang bertujuan untuk mencari tahu unsur-unsur apa saja yang terdapat
di dalam habbatussauda. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa setidaknya
terdapat dua unsur penting di dalam habbatussauda, yaitu nigellone dan
thymoquinone.
Nigellone adalah zat yang
berkhasiat untuk mencegah terjadinya kejang otot, dan melebarkan saluran
pernapasan. Bukti ini menguatkan fakta bahwa memang benar habbatussauda
berkhasiat untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan gangguan
otot dan pernapasan.
Selain itu, Nigellone yang bersifat
antihistamin ini, juga sangat membantu untuk mengatasi berbagai gangguan akibat
allergi. Sedangkan thymoquinone memiliki khasiat antiradang dan juga anti nyeri
(analgesic). Senyawa ini merupakan antioksidan yang sangat ampuh dan efektif untuk
mengeluarkan racun dari dalam tubuh.
Penelitian lain juga
menyimpulkan bahwa ternyata habbatussauda memang bersifat anti mikroba, hingga
sangat efektif untuk memberantas cacing yang berada dalam saluran pencernaan. Bukan
itu saja, penelitian yang dilakukan di Jordania da Amerika Serikat juga
menyimpulkan bahwa ternyata nigellone dan thymoquinone yang terdapat di dalam
habbatussauda juga bersifat anti leukemia.
Penelitian-penelitian lainnya
juga ikut memperkuat hasil-hasil penelitian sebelumnya, dan menyimpulkan bahwa
kedua unsur yang terdapat di dalam habbatussauda tersbut memang sangat membantu
untuk meningkatkan system kekebalan tubuh, dan mengobati berbagai gangguan
pernapasan, seperti asma dan batuk.
Dari hasil berbagai penelitian
yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa habbatussauda ternyata mengandung
lebih dari 100 unsur kimia alami penting yang sangat diperlukan oleh tubuh,
antara lain :
1.
Oleat (Omega 9) – merupakan unsur penting dari
keluarga Omega yang memiliki asam lemak tak jenuh tunggal atau Mono Unsaturated
Fatty Acid (MUFA), memiliki khasiat menurunkan kadar kolesterol LDL.
(kolesterol jahat) dan meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).
2.
Lonoleat (Omega 6) dan Linolenat (Omega 3)
- memiliki peranan yang penting di dalam
tubuh. Hal ini diketahui berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap
orang-orang Eskimo yang banyak makan ikan. Omega-6, omega-3, dan omega-9,
terbukti berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh, serta
berfungsi untuk mencegah berbagai penyakit kronis.
3.
Minyak-minyak volatile atau minyak esensial,
minyak yang telah digunakan sejak zaman
purbakala untuk meningkatkan citra rasa makanan, maupun sebagai obat
antibakteri, antioksidatif, dan fungisida.
4.
Filosterol – yang memiliki kemampuan untuk
berkompetisi dengan kolesterol dalam hal penyerapannya di dalam usus. Hal ini
mengakibatkan berkurangnya kolesterol yang terserap. Selain itu, juga berfungsi
mencegah terjadinya kanker.
5.
Alkaloid (Nigelleine dan Nigellamine-n-oxide).
6.
Asam-asam Amino.
7.
Didalam setiap bijinya, habbatussauda
mengandung protein sebanyak 21 %, karbohidrat 35%, lemak 35-38%, monosakarida
dan polisakarida non-starch. Monosakarida adalah bentuk sederhana dari
karbohidrat atau disebut juga sebagai “gula sederhana”. Sedangkan polisakarida
non-starch merupakan sumber yang berguna untuk serat diet.
8.
Habbatussauda juga mengandung Arginin yang
berperan penting dalam masa pertumbuhan.
9.
Analisis kimia lanjutan menemukan bahwa biji
habbatussauda jgua mengandung karotin, yang kemudian diubah oleh liver menjadi
vitamin A.
10. Biji habbatussauda
juga mengandung kalsium, zat besi, sodium, dan potassium.
11. Kandungan
lain yang terdapat di dalam habbatussauda yaitu : thymoquinone (TQ),
Ditiymoquinone (DTQ), Thymohydroquinone (THQ), Thymol (THY).
Begitu
besar khasiatnya, hingga layak jika habbatussauda ini diberi sebutan sebagai “Habbatul
Baraka” atau biji yang membawa berkah, karena memang dia hadir untuk membawa
keberkahan bagi yang memanfaatkannya.
Sekian
dan terimakasih, mohon maaf atas segala kekurangannya J
