Supaya Mandinya Jadi Ibadah, Ayo Baca Dan Belajar Amalkan Bab Ini !





BAB MANDI Dan Adab-adabnya

Mandi wajib, berdasarkan dalil, firman Allah swt., “Dan jika kamu junub, maka mandilah.” (Al-Ma’idah : 6).

Sedangkan untuk mandi sunnah, diantara dalilnya adalah sabda Nabi saw., “Adalah kewajiban setiap muslim kepada Allah, mandi pada setiap mainggunya sehari, dimana ia membasuh kepala dan tubuhnya.” (Bukhari, Muslim).

Mandi termasuk dalam rangkaian bersuci. “ (Bukhari, Muslim).

Hikmah disyariatkan mandi : 1. Memperoleh pahala, karena bersuci adalah bagian dari iman (Muslim). 2. Memperoleh kebersihan. (Bukhari, Muslim). 3. Memperoleh semangat dan kesegaran.

Anjuran dalam mandi : Terlebih dahulu berniat mandi untuk menghilangkan hadast besar. Kemudian mencuci kedua telapak tangan, lalu membasuh kemaluan dan telapak tangan digosokkan ke tanah atau ke dinding. Kemudian disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu, yaitu berkumur, beristinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya), mencuci muka dan kedua hasta tangan, kemudian mengalirkan air diatas kepala sebanyak tiga kali. Selanjutnya mengalirkan air ke seluruh tubuh. Lalu mencuci kedua kaki. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i).

Wanita berambut panjang boleh hanya dengan menyiramkan air tiga kali ke atas rambutnya ketika mandi wajib. (Muslim).

Sunnah mendahulukan badan sebelah kanan ketika menyiram badan, kemudian sebelah kiri, lalu bagian depan dan belakang. (Nasa’i).

Boleh mandi wajib junub dengan berendam di dalam air, asalkan semua anggota badan terkena air. (Asy-Syafi’i).

Dalam mandi wajib, air harus mengenai semua pori-pori badan kemudian meratakannya, sekaligus membersihkannya. (Tirmidzi).



Mandi diwajibkan apabila :

Dua kemaluan laki-laki dan wanita bertemu.

Keluar mani dengan sebab apapun, baik mimpi, mengkhayal, bergurau, bermimpi, dsb.. Sedangkan jika bermimpi, tetapi tidak keluar mani maka tidka diwajibkan mandi.

Setelah berhenti dari keluar darah haidh dan selesai dari nifas. (Tirmidzi).

Mandi bagi mayit. (Bukhari).

Orang kafir ketika baru masuk Islam. (Bukhari).

Sebaiknya berwudhu terlebih dahulu sebelum tidur. Dan cukup sekali mandi setelah menggauli beberapa istri ataupun beberapa kali. Akan tetapi, dianjurkan berwudhu lebih dulu sebelum melakukan yang kedua kalinya. (Tirmidzi). * Dan boleh langsung mandi setelah berhubungan atau tidak langsung mandi, menangguhkannya hingga bangun dari tidur. (Nasa’i).

Usahakan jangan sampai menyentuh kemaluan dengan telapak tangan jika sudah selesai mandi. Jika tersentuh, maka batallah wudhunya. (Nasa’i).

Nabi saw. Menolak memakai handuk setelah mandi. (Nasa’i).

Usahakan menutup diri ketika mandi sehingga aurat tertutup. (Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i). 
* Sebaiknya memakai kain basahan khusus untuk mandi.

Disunnahkan mandi, pada 1. Hari raya (Imam Malik), 2. Jum’at (Tirmidzi, Bukhari, Muslim), 3. Gerhana matahari dan bulan, 4. Sesudah memandikan mayat (Ahmad, Tirmidzi), 5. Setelah kembali dari perperangan (Muslim), 6. Ketika ihram (Bukhari), 7. Ketika wuquf di Arafah (Bukhari), 8. Ketika memasuki kota Mekkah (Bukhari, Abu Dawud).

Hal – hal yang dimakruhkan ketika mandi :

Boros air. Nabi saw. Mandi dengan 1 sha’ air atau lima mud. (1 sha’ = 4 mud = 40cm3. (Bukhari, Muslim).

Mandi di air yang tergenang. (Muslim). Jika terpaksa, harus diambil dengan hati-hati agar tidak mustakmal.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts