Assalamu’alaikum
Warahmatullaahi Wabarakaatuh . .
Salam sehat J
Salam sehat J
Sahabat semua, kehidupan
manusia merupakan anugerah yang diberikan Allah SWT. Namun kehidupan yang
diberikan akan menjadi anugerah, jika manusia dapat memanfaatkannya dengan
baik, namun jika manusia tidak mampu menggunakannya dengan baik, maka kehidupan
itu akan menjadi bencana dan musibah.
Sedangkan seluruh manusia akan
mati, dan kita sebagai seorang muslim mengetahui setelah kehidupan di dunia akan ada kehidupan selanjutnya, yaitu kehidupan akhirat. Disanalah kehidupan yang
sebenarnya, kehidupan yang abadi. Namun kita harus tahu, bahwa kehidupan di
dunia yang singkat ini akan menentukan
kehidupan di akhirat yang kekal.
Maka, sangat rugilah seseorang
yang telah diberi kesempatan untuk hidup, namun dia gunakan untuk ingkar kepada
Allah. Dia akan celaka selama-lamanya apabila tidak kembali bertaubat. Namun
akan sangat beruntung jika seseorang dapat menggunakan kesempatan hidupnya
untuk senantiasa taat kepada Allah, melaksanakan perintahnya dan menjauhi
larangannya.
Diantara banyaknya perintah
Allah yang paling asas adalah sholat. Sholat merupakan ibadah paling penting
diantara yang ibadah lainnya, khususnya sholat fardhu yang lima waktu. Sholat
disebut sebagai kunci surga, sebagaimana
sabda Nabi saw. ” Kunci surga adalah sholat, dan kunci sholat adalah wudhu”.
Seseorang yang ingin masuk
surga, dia harus mempunyai kunci pintunya. Sholat adalah salah satu amalan yang
dapat menjadikan seorang muslim mendapatkan kunci surga. Namun sholat harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, sesuai dengan
tata tertibnya, dari segi fiqihnya, gerakan-gerakan sholat, bacaan-bacaannya,
dan yang paling penting adalah keikhlasan hati ketika melaksanakannya.
Selain itu, sholat merupakan
amalan yang pertama kali akan dihisab. Jika sholatnya baik, maka baiklah
seluruh amalnya, jika sholatnya buruk, maka buruklah seluruh amalnya. Sebagaimana
dalam sebuah hadits dinyatakan ;
Dari Sayyidina Abdullah bin
Qurt Radhiyallahu’anhu, ia mengatakan Baginda Rasulullah saw bersabda, “Pertama
kali yang akan dihisab pada diri seorang hamba pada Hari Kiamat adalah Shalat.
Apabila baik dan sempurna shalatnya (diterima), maka baik juga (diterima)
seluruh amalnya. Apabila buruk shalatnya (tidak diterima), maka buruk juga
(tidak diterima) seluruh amalnya. “( HR. Thabrani, dari Kitab At-Targhib).
Hadits diatas merupakan salah
satu hadits yang menekankan kepada kita untuk senantiasa menjaga shalat,
menjaga shalat sangat berbeda dengan melaksanakan shalat. Seseorang akan disebut menjaga shalatnya jika dia memperhatikan waktunya (diawal waktu), caranya,
tempatnya, memperbaiki gerakannya, bacaan dan batin shalatnya.
Seseorang yang hanya
melaksanakan shalat, dia tidak akan begitu memperhatikan perkara-perkara yang
menjadi syarat diterimanya shalat.
Jagalah shalat. Karena dibalik
perintah Allah pasti ada kejayaan dan kemuliaan. Jadilah musuh setan yang
senantiasa membuat setan putus asa, dengan menjaga dan menyempurnakan shalat, setan
akan merasa ketakutan kepada kita. Sebaliknya jika kita mengabaikan shalat
kita, maka setan akan semakin berani menyesatkan dan mejerumuskan kita ke dalam
dosa-dosa besar.
Wallohu’alam . . .
