Keutamaan Shalat Bagian 1



Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh . .

Salam sehat
J

Sahabat semua, kehidupan manusia merupakan anugerah yang diberikan Allah SWT. Namun kehidupan yang diberikan akan menjadi anugerah, jika manusia dapat memanfaatkannya dengan baik, namun jika manusia tidak mampu menggunakannya dengan baik, maka kehidupan itu akan menjadi bencana dan musibah.

Sedangkan seluruh manusia akan mati, dan kita sebagai seorang muslim mengetahui setelah kehidupan di dunia akan ada kehidupan selanjutnya, yaitu kehidupan akhirat. Disanalah kehidupan yang sebenarnya, kehidupan yang abadi. Namun kita harus tahu, bahwa kehidupan di dunia yang singkat ini akan  menentukan kehidupan di akhirat yang kekal.

Maka, sangat rugilah seseorang yang telah diberi kesempatan untuk hidup, namun dia gunakan untuk ingkar kepada Allah. Dia akan celaka selama-lamanya apabila tidak kembali bertaubat. Namun akan sangat beruntung jika seseorang dapat menggunakan kesempatan hidupnya untuk senantiasa taat kepada Allah, melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya.

Diantara banyaknya perintah Allah yang paling asas adalah sholat. Sholat merupakan ibadah paling penting diantara yang ibadah lainnya, khususnya sholat fardhu yang lima waktu. Sholat disebut sebagai kunci surga,  sebagaimana sabda Nabi saw. ” Kunci surga adalah sholat, dan kunci sholat adalah wudhu”.

Seseorang yang ingin masuk surga, dia harus mempunyai kunci pintunya. Sholat adalah salah satu amalan yang dapat menjadikan seorang muslim mendapatkan kunci surga. Namun sholat harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, sesuai dengan tata tertibnya, dari segi fiqihnya, gerakan-gerakan sholat, bacaan-bacaannya, dan yang paling penting adalah keikhlasan hati ketika melaksanakannya.

Selain itu, sholat merupakan amalan yang pertama kali akan dihisab. Jika sholatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya, jika sholatnya buruk, maka buruklah seluruh amalnya. Sebagaimana dalam sebuah hadits dinyatakan ;

Dari Sayyidina Abdullah bin Qurt Radhiyallahu’anhu, ia mengatakan Baginda Rasulullah saw bersabda, “Pertama kali yang akan dihisab pada diri seorang hamba pada Hari Kiamat adalah Shalat. Apabila baik dan sempurna shalatnya (diterima), maka baik juga (diterima) seluruh amalnya. Apabila buruk shalatnya (tidak diterima), maka buruk juga (tidak diterima) seluruh amalnya. “( HR. Thabrani, dari Kitab At-Targhib).

Hadits diatas merupakan salah satu hadits yang menekankan kepada kita untuk senantiasa menjaga shalat, menjaga shalat sangat berbeda dengan melaksanakan shalat. Seseorang akan disebut  menjaga shalatnya jika dia memperhatikan waktunya (diawal waktu), caranya, tempatnya, memperbaiki gerakannya, bacaan dan batin shalatnya.

Seseorang yang hanya melaksanakan shalat, dia tidak akan begitu memperhatikan perkara-perkara yang menjadi syarat diterimanya shalat.

Jagalah shalat. Karena dibalik perintah Allah pasti ada kejayaan dan kemuliaan. Jadilah musuh setan yang senantiasa membuat setan putus asa, dengan menjaga dan menyempurnakan shalat, setan akan merasa ketakutan kepada kita. Sebaliknya jika kita mengabaikan shalat kita, maka setan akan semakin berani menyesatkan dan mejerumuskan kita ke dalam dosa-dosa besar.

Wallohu’alam . . .


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts