Bab Hari Raya, Berpakaian dan Berhias



Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh . . . .

Salam sehat sahabat semua
J

Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah yang telah memberikan kita berbagi nikmat. Terutama nikmat Iman dan Islam. Tentunya hari ini adalah hari kesedihan bagi umat Islam, karena sebentar lagi akan ditinggalkan oleh bulan yang penuh berkah yaitu bulan Ramadhan.

Bagaimana tidak ? Di bulan ini Allah subhaanahu wata’ala memberikan begitu banyak pahala, kasih sayang dan ampunan bagi hamba-Nya yang istiqomah melaksanakan perintah-Nya, ditambah puasa wajib di bulan ini. Dan hanya orang-orang yang bertakwalah yang mampu mendapatkan semua itu.

Namun waktu akan terus berjalan, dan seiring berjalannya waktu bulan Ramadhan pun akan berakhir. Akan tiba bulan selanjutnya yaitu bulan Syawal, yang mana pada tanggal 1 Syawal 1437 H ini seluruh umat Islam akan merayakan hari kemenangan. Saling memaafkan, dan saling berbagi kepada sesama.

Maka kami dari grup Pondok Sehat Kita, mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin, semoga Allah menerima ibadah shaum kita dan ibadah-ibadah lainnya dibulan sebelumnya yaitu bulan Ramadhan. Aamiin . .

Sahabat sehat, sehubungan dengan akan berlangsungnya perayaan hari Raya Idul Fitri, disini saya akan membagikan sedikit ilmu tentang adab-adab di hari Raya dan bab-bab yang berhubungan dengan hari Raya, agar yang kita lakukan di hari raya itu menjadi ibadah di sisi Allah.




BAB HARI RAYA Dan Adab-adabnya

·         Disunnahkan memakai pakaian yang terbaik. Namun bukan berarti pakian yang baru, setidak-tidaknya pakaian yang terlihat baik dan suci. (Bukhari).

·         Rasulullah saw. sendiri mempunyai pakaian khusus yang dikenakan hanya pada hari Raya. (Ahmad).

·         Sunnah menyantap makanan sebelum pergi untuk shalat Idul Fitri. (Bukhari, Tirmidzi). * Karena sebelumnya sudah berpuasa sebulan penuh, maka pada hari Idul Fitri hendaknya makan atau minum dahulu sebelum shalat menandakan bahwa pada hari itu kita tidak berpuasa. Nabi saw. biasa makan beberapa kurma dengan ganjil sebelum shalat Idul Fitri. (Bukhari).

·         Dan disunnahkan agar tidak memakan apapun sebelum melaksanakan shalat Idul Adha. (Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad).

·         Shalat Hari Raya boleh dilaksanakan tanpa menggunakan mimbar. (Bukhari).

·         Tidak ada adzan dan Iqamat pada shalat hari Raya. Dan tidak ada shalat Sunnah qabliyah atau ba’diyah hari Raya. (Bukhari).

·         Sunnah ada khutbah setelah shalat hari Raya. (Bukhari).

·         Sunnah memendekkan shalat hari Raya dan memanjangkan khutbah serta memperbanyak takbir. (Ibnu Majah). *Disunnahkan takbir dengan suara keras. (Bukhari).

·         Hendaknya menyegerakan shalat Idul Adha dan melambatkan shalat Idul Fitri.

·         Dianjurkan bersedekah setelah shalat Hari Raya. Biasanya Nabi saw. setelah turun dari khutbah ditemani oleh Bilal r.a langsung membuka sorbannya untuk menerima sedekah dari para shahabat. (Bukhari).

·         Makruh membawa senjata pada hari Raya, apabila terhunus. (Bukhari).

·         Wanita yang haid dianjurkan datang ke tempat shalat hari Raya dan ikut bertakbir namun ditempatkan terpisah. (Bukhari, Muslim, Abu Dawud). * Dan khatib disunnahkan memberi nasehat khusu bagi kaum wanita setalah khutbah hari Raya. (Bukhari).

·         Imam hari Raya hendaknya memakai satir atau penghalang. (Bukhari). * Sebab, shalat di lapangan terbuka tidak ada dinding di hadapan. Pengahalang bagi imam sudah mencukupi untuk seluruh jamaah.

·         Sunnah membaca surat Al-A’la di rakaat pertama, dan Al-Ghasyiyah di rakaat kedua pada shalat hari Raya. Nabi saw. pun pernah membaca surat Qaf dan ‘Iqtarabatis saa’ah’. (Jamaah, kecuali Bukhari).

·         Sebaiknya berjalan menuju tempat hari Raya melalui jalan yang tidak biasa dilewati. Dan pergi pulang melalui jalan yang berbeda. (Bukhari). * Asal aman.






BAB PAKAIAN DAN BERHIAS Dan Adab-adabnya

·         Diperintahkan agar berpakaian dengan baik. Sesungguhnya Allah saw. tidak menyukai yang kotor dan jorok. (Abu Dawud).

·         Sunnah memakai pakaian berwarna putih. Rasulullah saw. menyukai pakaian yang berwarna putih. (Tirmidzi, Ibnu Majah).

·         Memulai berpakaian dengan memasukan tangan kanan lebih dulu, kemudian tangan kiri. Begitu pun jika memakai alas kaki. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi).

·         Boleh memakai sarung atau celana, asal tidak sampai bawah mata kaki. Sarung atau celana yang melebihi mata kaki adalah bagian untuk neraka, terutama jika ada kesombongan di dalam hati. (Bukhari, Muslim, Ibnu Majah).

·         Nabi saw. senang memakai jubah atau kurtah (gamis berlengan panjang sampai pergelangan tangan dan tidak berkerah). Beliau pernah berpakaian warna merah, hitam, dan putih, tapi lebih menyukai warna putih dari katun. (Tirmidzi). * Yang penting sederhana. Nabi saw. mengkhususkan pakaian bagus ketika hari Raya, hari Jum’at, dan ketika manghadapi tamu. (Nasa’i).

·         Ketika berpakaian disunnahkan membaca do’a :




“Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian ini, dan memberikannya kepadaku sebagai rezeki, bukan kekuatan dan upaya dariku.”

·         Apabila memakai baju baru, disunnahkan membaca do’a :




“ Ya Allah bagi-Mu lah segala pujian, Engkaulah yang memakaikannya kepadaku. Aku memohon dari-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan dari apa yang dibuat baginya dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan dari apa yang dibuat darinya.”

·         Sunnah memakai topi dan bersorban. Sorban Rasulullah saw. mempunyai ujung yang jatuh ke pundaknya. (Muslim, Tirmidzi). * Beliau pernah memasuki kota Mekkah bersorban hitam. (Bukhari, Tirmidzi).

·         Pada musim dingin boleh memakai kaos kaki dari kulit (Khuf). (Tirmidzi).

·   Sandal Rasulullah saw. mempunyai tali sandal yang bercabang dua. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i).

·         Sebaiknya memakai dan melepas sandal/sepatu tidak dengan berdiri. Dan melepas sandal-sepatu hendaknya dengan tangan kiri. Melepaskannya  mulai dari kaki kiri dan memakaikannya mulai dengan kaki kanan. (Bukhari).

·  Dilarang memakai hanya sebelah sandal. Hendaknya memakai keduanya atau menanggalkan semuanya. (Bukhari,Muslim,Tirmidzi).

·         Rasulullah saw. memakai selimut bercorak garis-garis. (Tirmidzi).

·         Atauran untuk pakaian wanita, yaitu hendaknya  :

ü  Menutup aurat (Al-Quranul Karim).
ü  Tidak tipis. (Bukhari, Muslim, dan Malik).
ü  Tidak membentuk tubuh. (Abu Dawud).
ü  Tidak seperti pakaian orang kafir/musryik. (Ibnu Majah).
ü  Tidak memakai harum-haruman, kecuali untuk suami. (Thabrani, Ahmad).
ü  Bukan untuk kesombongan. (Bukhari, Nasa’i).
ü  Sebaiknya berwarna gelap. (Ibnu Majah). * Ketika pertama kali turun ayat hijab, para shahabiah seperti burung-burung gagak hitam.


Pakaian yang Dilarang

·    Pakaian yang terbuat dari kulit bangkai, kulit harimau dan kulit binatang buas. (Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah).

·         Pakaian sempit dan ketat. (Nasa’i)

·         Pakaian kesombongan dan kemewahan. (Bukhari, Nasa’I, Ibnu Majah).

·         Lelaki berpakaian sutera. (Bukhari, Muslim). Kecuali bagi :

a)    Orang yang berpenyakit kulit. (Bukhari, Nasa’I, Ibnu Majah).
b)   Tidak ada lagi kain untuk menutup auratnya. (Imam Nawawi).
c)    Berpakaian dari kain campuran dengan kadar suteranya jauh lebih sedikit daripada kain biasa, seperti rendanya saja. (Muslim).

·         Lelaki berpakaian wanita dan sebaliknya. (Bukhari, Tirmidzi, Nasa’i).

·         Berpakaian meniru-niru pakaain Yahudi dan Nasrani. (Ibnu Majah).

·  Berpakain hanya berlengan satu atau jubah tanpa lengan sama sekali. (Bukhari). * Maksudnya baju panjang tidak berlengan, bukan rompi.

·         Berpakaian yang dicelup dengan warna. (Tirmidzi).

·         Berpakaian yang tidak menutup aurat. (Bukhari, Muslim).

·         Laki-laki berpakain waran kuning kemerah-merahan (pakaian umat Hindu/Budha). (Bukhari, Muslim).

Berhias

·         Laki-laki haram berhias seperti wanita dan sebaliknya. (Bukhari). *termasuk dalam masalah anting, cincin, rambut, perhiasan, sandal, pakaian, dsb.

·         Wanita boleh mengecat kukunya (memaki pacar). (Nasa’i).

·        Dilarang mencabut, mengerik atau mencukur bulu alis kemudian diganti dengan alis buatan, merenggangkan dan meruncingkan gigi, serta memakai tahi lalat palsu agar tampak lebih cantik. (Bukhari, Muslim).

·         Diharamkan tattoo. Yang mentatto dan yang ditatto diaknat Allah. (Bukhari).

·    Disunnahkan memakai celak pada malam hari. Dan bagi wanita dibolehkan hanya untuk suaminya. Dan disunnahkan memakai wangi-wangian bagi laki-laki, bagi wanita hanya untuk suaminya. Minyak wangi lelaki sebaiknya berbau keras dan warnanya samar-samar. Sedangkan minyak wangi bagi wanita adalah berbau lembut dan warnanya gelap. (Abu Dawud).

·      Wanita dilarang menampakkan perhiasan emas kepada orang lain, kecuali kapada suaminya atau mahramnya. (Al-Qur’an). *Neraka bagi wanita yang menampakkan perhiasan kalung, gelang, atau anting-anting emasnya kepada selain mahramnya. (Nasa’i).

·         Tidak boleh menghiasai rumah dengan genta, lonceng, gambar dan patung-patung makhluk hidup, serta hiasan apapun yang berbentuk salib. Juga menggunakan tirai atau penutup ruangan dari kain sutera. (Bukhari, Muslim).





Sekian dan terimakasih, mohon maaf atas segala kekurangannya J

Sumber : Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari (Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts