Sejarah dan Penelitian Habbatussauda



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh . .

Salam Sehat untuk Sahabat semua :)

Tulisan hari ini masih seputar Habbatussauda, seperti yang telah ketahui di dalam tulisan sebelumnya, bahwa Habbatussauda ini memiliki khasiat yang luar biasa. 


Maka, di dalam artikel hari ini, kami akan menyajikan informasi yang membuktikan semua itu dari penelitian ilmuan terdahulu tentang manfaat habbatussauda.  Selain itu kami akan menyisipkan testimoni lanjutan dari testimoni yang kemarin kami beritahukan di akhir tulisan.


DARI LAUT TENGAH

Jintan hitam dipercaya berasal dari Mediterania (seputar laut tengah), sebelum tersebar ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Asia. Bentuknya kecil berserabut, ukurannya tidak lebih dari 3 mm. Jintan hitam termasuk dalam keluarga buttercup (Ranunculaceae). Ada dua jenis tanaman ini, yakni yang berwarna ungu kebiruan dan putih. Orang-orang di tanah Arab telah mengenal Jintan Hitam lebih dari 2000 tahun lalu. Mereka memanfaatkan tanaman ini untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, misalnya sakit gigi, nyeri sendi.

Di Arab, jintan hitam dikenal sebagai habbatussauda’ (biji yang menyenangkan) atau Habbatul Baraka, artinya biji yang membawa berkah. Bagi kaum muslim, jintan hitam merupakan anugerah Allah subhaanahu wata’ala. Anjuran Nabi Muhammad saw. untuk memanfaatkan jintan hitam tercatat dalam sebuah hadits : “Tetaplah berobat dengan Habbatussauda karena sesungguhnya ia bisa mengobati semua penyakit, kecuali kematian.”

Tak heran, tanaman bernama Latin Nigella sative L ini masuk dalam daftar obat alami buku At-Tibb al-Nabawi atau pengobatan cara Nabi. Keampuhan jintan hitam menyebar hingga Mesir, Yunani, dan India. Dalam kuburan Tutankhamen ditemukan narasi bahwa jintan hitam dipakai dokter pribadi Firaun sebagai bahan baku minyak dan salep untuk mengobati gangguan pencernaan. Cleopatra dan Nefertiti memakainya untuk merawat kulit agar tetap lembut.

SEJAK RIBUAN TAHUN SILAM

   Pada 460 Sm, Hippocrates menyarankan penggunaan tanaman ini untuk membangkitkan vitalitas dan energi, kenyamanan, serta mengatasi kelelahan tubuh dan psikis. Dioscoredes, ali fisika dari Yunani, diabad I melaporkan bhwa jintan hitam dipakai untuk mengobati sakit kepala, hidung tersumbat, sakit gigi, meingkatkan produksi ASI dan menyembuhkan penyakit internis.

       Tahun 980 M, Ibnu Sina dalam The Cannon of Medicine menyatakan Habbatussauda sebagai perangsang tenaga dan membantu memulihkan kesegaran tubuh menstimulasi energi, serta membantu penyembuhan dari kelelahan atau kurang semangat.

      Tahun 1960, Mahfouz dan Badr El-Dakhakhany, peneliti Mesir, mengisolasi zat aktif nigellone dari minyak atsiri jintan hitam. Peneliti menemukan, dua minyak volatile (cenderung menguap pada suhu dan tekanan normal) dalam jintan hitam adalah nigellone dan thymoquinone.

     Nigellone mencegah terjadinya kejang otot dan melebarkan saluran pernapasan, sehingga jintan hitam berkhasiat untuk penyakit pernapasan. Nigellone juga bersifat antihistamin, sehingga membantu mengurangi alergi, sedangkan thymoquinone berkhasiat antiradang dan antinyeri. Senyawa ini efektif untuk menggelontorkan racun tubuh.

            Di tahun yang sama El-Dakhakhany melaporkan bahwa minyak jintan hitam memiliki kemampuan meredakan radang sendi. Penelitian di laboratorium mengungkapkan kandungan minyak nigellone dan thymoquinone dalam jintan hitam bersifat antileukimia. Penelitian lainnya, kedua unsur itu membantu meningkatkan system kekebalan tubuh dan efektif untuk mengobati asma dan batuk kering.

       Riset dibidang AIDS dilakukan Dr.Haqpada di Departemen Biologi dan Pusat Penelitian Medis di Riyadh, Arab Saudi, tahun 1997. Hasilnya, jintan hitam mampu meingkatkan rasio sel T positif dan negative menjadi 55 persen dengan 30 persen aktivitas pembunuh sel  alamiah.

          Demikian adalah sebagian dari penelitian ilmuan terdahulu yang mengetahui tentang banyaknya khasiat dari Jintan Hitam (habbatussauda). Selain itu banyak testimoni yang telah dirasakan oleh pengguna jintan  hitam ini dan menjadi bukti nyata bahwa sabda Nabi saw. itu benar.

       Kita semua ingin sehat, karena dengan sehat kita bisa melakukan kebaikan lebih banyak lagi. Selain ingin sehat sebagai seorang muslim juga ingin mendapatkan pahala dari usaha mendapatkan kesehatan itu, niat mengamalkan Sunnah dan meyakini sabda Nabi saw. dengan mengkonsumsi habbatussauda, maka dia akan mendapat pahala selain mendapatkan kesehatan jasmaninya.


Testimoni 2.

Patar, sudah sebulan mengalami laergi dingin. Bila kedinginan, pria yang tinggal di Bogor ini mengalamai gatal-gatal di sekujur tubuhnya. Ia lalu mengonsumsi 2 kapsul minyak jintan hitam, pagi dan malam. Tiga hari kemudian gatal-gatal itu pun sirna.

Sekian dan terimakasih

Semoga bermanfaat :)

Sumber : Dahsyatnya Jintan Hitam, Nurfita Dewi S.P

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts